Bahasan Urusan Ranjang (Dewasa )

Rasulullah bersabda :
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه
"Setengah dari bukti kebaikan Islamnya seseorang ialah meninggalkan sesuatu yg tidak berguna baginya".
(Hr Tirmidzi).
Perbincangan soal urusan ranjang dengan suami atau istri tak jarang sering kita dengar. Hal semacam itu bukan hanya terjadi di kantor, kadang secara tak sengaja kita mendengarkannya juga di tempat² umum hingga media sosial, dari yg vulgar ataupun dgn dibungkus joke (candaan).
Hal ini dianggapnya biasa² saja, padahal membicarakan/menceritakan hal tersebut kepda orang lain pd dasarnya adlah haram.
Para ulama mendasarkan keharaman hal tersebut dengan hadits berikut ini
Dari Abu Sa’id al Khudri ra
ان من اشر الناس عند الله منزلة يوم القيامة ، ارجل يفض الى امراته , وتفضي اليه , ثم ينشر سرها
"Termasuk orang yg kedudukannya paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yg berhubungan dengan istrinya, kemudian dia menyebarkan rahasia ranjang mereka kepada orang lain".
(Hr Muslim).
Imam an Nawawi mengatakan,
Dalam hadis ini terdapat dalil haramnya seorang lelaki menyebarkan percumbuan yg dia lakukan bersama istrinya, dan bercerita dengan detail. Atau istri bercerita rahasia ranjangnya. Baik bentuknya gerakan maupun rayuan.
(Syarh Muslim)
Hanya saja, bila memungkinkan, mengemukakan permasalahan seputar “hubungan ranjang” secara tersirat itu lebih baik dibandingkan menjelaskannya dgan bahsa yg lugas. Mengemukakan dengan ungkapan yg umum itu lebih baik daripada menjelaskannya secara ditail.
Hadist berikutnya;
" Duduklah! Apakah seorang diantara kalian jika menjima’ istrinya di dalam sebuah kamar tertutup kemudian ia keluar lalu menceritakan: Aku telah berbuat dengan istriku begini dan aku telah berbuat dengan istriku begitu".
Semua sahabat diam."
Kemudian beliau menghadap kepada jamaah perempuan dan bersabda;

" Adakah diantara kalian yg bercerita begitu?

Seorang anak gadis Ka’ab lalu berdiri dan menoleh ke sana ke mari agar Rasulullah dapat melihat dan mendengarnya. Demi Allah, sesungguhnya kaum perempuan pun biasa bercerita begitu."
" Rasulullah kemudian bersabda;
" Adakah kalian tahu bagaimana perumpamaan orang yg berbuat demikian? Sesungguhnya orang yg berbuat demikian seperti setan laki-laki dan setan perempuan. Dia menjima’ teman perempuannya sambil disaksikan banyak orang di tempat terbuka."
(Hr Ahmad).

Jadi jika ada suami atau istri menceritakan kepada orang lain tentang hubungan intimnya, dengan maksud membanggakan diri atau sekedar agar orang lain mengetahui, maka hukumnya adalah Haram.
Sama halnya jika seorang suami atau istri menceritakan kepada orang lain tentang hubungan intimnya dengan maksud mengeluhkan pasangannya atau membuka aib, maka hal ini juga haram.
Namun, jika seorang suami atau istri menceritakan kelemahan/kekurangan suaminya kepada ahlinya ( dokter spesialis, psikolog atau penyuluh) dengn maksud mendapatkan solusi dari masalah seksualitas, alat reproduksi maupun penyakit yg berhubungan dengan seksualitas, maka hal ini dibolehkan. Dengan syarat, semua tetap terjaga kerahasiaan agar orang lain tidak mengetahuinya.
Rasa malu adalah akhlak yg dicintai oleh Allah
Sebagaimana sabda Rasullulah :

إن الله حيي ستير يحب الستر والحياء
”Sesungguhnya Allah Mahamalu dan Mahatertutup, Dia meyukai ketertutupan dan rasa malu.” (Hr Abu Dawud, an-Nasaa’i).
Rasa malu bagian dari iman, setiap kali rasa malu bertambah pada diri seseorang maka bertambah keimanannya. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra..

الإيمان بضع وسبعون شعبة , أفضلها قول لا إله إلا الله , وأدناها إماطة الأذى عن الطريق , والحياء شعبة من الإيمان

”Iman itu ada 60 atau 70 sekian cabang, yg paling utama adalah (ucapan) Laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu termasuk salah satu cabang dari iman.”
(Hr Abu Dawud, Nasaa’i).
Wallahu a'lam.

Sumber Facebook  Musa Muhammad