INDONESIA MILIK SIAPA

1. PERBANKAN
50,6% Aset Perbankan Nasional dimiliki asing. (Antara lain: ANZ Banking Group Limited (99%), Bank UOB Indonesia (98,84%), HSBC Asia Pasific Holdings (UK) Limited (98,96%), CIMB Niaga (97,93%), OCBC Overseas Investment (85,06%)

2. PERTAMBANGAN
Investor Asing kuasai 70% MIGAS, 75% Batubara, Bauksit, Nikel dan Timah, 85% Tembaga dan Emas. (Beberapa perusahaan asing yang kuasai sektor tambang dan Migas: Chevron, Conoco, Freeport, dan Newmont dari USA Total dari Perancis, Petrochina dari China)

3. TELEKOMUNIKASI
Telkomsel 35% SingTel Singapura, XL Axiata 66,5% Axiata Berhad Malaysia, Indosat 65% Ooredo Asia Qatar, Hutchison Tri 60% Hutchison Whampoa Hongkong China.

4. PERKEBUNAN
KELAPA SAWIT 40% dari 8,9 juta hektar dikuasai investor asing antara lain Guthrie Golden Hope, KL Kepong dari Malaysia, Wilmar Internasional dari Singapura, Cargill dari Amerika Serikat, SIPEF, Belgia.

5. SEKTOR yang akan diberikan Pemerintah untuk asing:Pelabuhan (49%), Operator Bandara (100%), Jasa Kebandaraan (49%), Terminal Darat untuk barang (49%), Periklanan (negara ASEAN bisa capai 51%)

LALU DIMANA RAKYAT INDONESIA?

Di sektor Perbankan Rakyat Indonesia hanya jadi Deep Collector alias tukang tagih hutang.

Di sektor Pertambangan Rakyat Indonesia hanya jadi kuli penggali tanah, mengangkat tanah dan sisanya jadi penghirup debu dari alam yang kering kerontang.

Di sektor Komunikasi Rakyat Indonesia jadi penjual pulsa di terminal, pasar dan warung-warung sekaligus menggunakan pulsa itu sementara semua keuntungan dibawa ke negara asing!
Di sektor Perkebunan Rakyat Indonesia hanya jadi kuli cangkul, kuli petik dan semua keuntungan dibawa perusahaan asing.
5 tahun lagi Rakyat Indonesia hanya jadi Kuli pelabuhan, Pembersih Bandara, jaga Parkir Terminal, lalu sanggupkah kita nyanyikan tegak berdiri membela Indonesia Raya dengan bangga dan dada yang tegap penuh harga diri?