Dosa-Dosa Bisnis 2

C.Bakhil

Bakhil termasuk penyakit mental yang harus dijauhi oleh pebisnis.Bakhil sejatinya hanya akan merugikan diri sendiri.Siapa sih yang senang berkawan dengan orang bakhil? Tidak ada,kan ?Jika berkawan saja tidak ada yang mau,apalagi bekerja sama dengan orang bakhil.

Bakhil sangat merugikan dalam bisnis.Tidak ada pembeli yang mau bertransaksi dengan penjual yang bakhil.Setiap pembeli ingin membeli dari penjual yang pemurah.Penjual yang pemurah akan mengambil keuntungan yang wajar sehingga harga juanya relatif terjangkau.Selain itu,seringkali penjual pemurah akan memberikan bonus untuk penjualan dalam jumlah besar.

Hal ini berbeda dengan penjual yang Bakhil.Penjual yang bakhil cenderung mengambil keuntungan yang lebih besar sehingga harga jual menjadi lebih tinggi.Selain itu ,penjual yang bakhil agak susah untuk memberikan bonus atas pembelian dalam jumlah besar sekalipun.

Dalam konteks bisnis yang lebih besar,tidak ada seorang pebisnis yang mau bekerjasama dengan pebisnis yang bakhil.karena ,dalam negosasi kontrak pebisnis yang bakhil cenderung ingin menang sendiri dengan mengambil bagi hasil keuntungan lebih besar .Ia tidak mau berbagi keuntungan secara fair dengan partner bisnisnya.

Dengan karakter seperti itu jelas sekali perlahan-lahan setiap orang akan menjauh darinya.Pembeli akan menjauh ,pelanggan akan pergi menghilang,dan rekan bisnis akan menghindari.

Jika kita telah memahami kerugian-kerugian dari sifat bakhil,sudah seharusnya kita menghindarikan diri dari bakhil.Sebabnya,nyata-nyata bakhil hanya akan menghancurkan bisnis kita.Lebih dari itu,pebisnis yang bakhil akan jauh dari pertolongan Allah.Justru,azab dari Allah SWT yang akan diperoleh.

Al-Quran meningatkan ,

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS: Ali Imran Ayat: 180)

Sumber Ust Yusuf Mansur dan M.Syafe'ie El Bantanie